Berita Terkini

Berita dan Artikel

  • Home
  • /
  • Berita
  • /
  • Apakah GERD Menyebabkan Serangan Jantung?
Apakah GERD Menyebabkan Serangan Jantung?
Persi Bali 31 March 2026 Kesehatan

Apakah GERD Menyebabkan Serangan Jantung?

OLEH : dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, FINASIM

Banyak orang meyakini penyakit GERD dapat menyebabkan serangan jantung yang mematikan. Sesungguhnya itu keliru. Artikel ini akan menjelaskan secara medis isu tersebut, agar masyarakat memperoleh pemahaman yang tepat. 

GERD atau singkatan dari gastroesofageal reflux disease, adalah bentuk penyakit maag (lambung) yang disebabkan oleh melemahnya sfingter atau katup kerongkongan bagian bawah (lower esofageal spinchter atau LES.) Kondisi medis menyebabkan isi lambung, baik gas, asam lambung dan makanan sering terdorong kembali ke kerongkongan (refluks.) Sering terjadi pada usia muda dan dipengaruhi oleh berbagai faktor penyebab, meliputi kebiasaan merokok, obesitas, kecemasan, pola makan tak teratur, kebiasaan berbaring setelah makan, kurang olah raga, dan lain-lain. GERD memberikan gejala rasa tidak nyaman di uluhati yang biasanya menyebar sampai ke dada, kerongkongan bahkan kadang hingga ke mulut menimbulkan rasa asam atau pahit. Selain itu penderitanya dapat merasakan kembung, sering sendawa hingga sesak nafas. Penyakit ini memerlukan penanganan terpadu, mulai dari pola makan yang baik, olah raga teratur, obat-obatan dan tentu saja menghilangkan berbagai faktor risiko yang disebutkan di atas. Dalam hal terapi obat, berbeda dengan penyakit maag lain seperti gastritis akut atau tukak lambung, GERD memerlukan teraipi lebih lama. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli penyakit dalam jika dengan dokter keluarga belum membaik.

Penyakit serangan jantung, di lain pihak, adalah kondisi gawat darurat yang disebabkan oleh karena penyempitan pembuluh darah jantung yang sering dikenal dengan penyakit jantung koroner (PJK.) Lain dengan GERD yang lebih sering terjadi pada usia muda, PJK umumnya menyerang pasien usia di atas 40 tahun dengan berbagai faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol, juga obesitas dan kebiasaan merokok serta genetik. Spektrum klinis PJK dapat mulai dari kondisi tanpa keluhan, keluhan nyeri dada/ulu hati atau sesak nafas berulang hingga serangan jantung akut dan fatal yang dapat berakhir dengan kematian. Nah gejala nyeri uluhati, dada dan rasa sesak nafas itulah yang tumpang tindih antara GERD dengan PJK.. Menyebabkan banyak orang menyimpulkan jika GERD kemudian dapat menyebabkan serangan jantung fatal yang ditandai dengan nyeri dada dan atau sesak nafas. Apalagi jika hal tersebut terjadi pada usia yang lebih tua. Jika GERD memerlukan terapi medis cukup lama ( sekitar 8 minggu,) PJK justru harus berobat rutin seumur hidup disertai mengobati faktor risiko atau komorbid lain seperti diabetes, hipertensi atau kolesterol. Disamping tentu saja menghentikan kebiasaan merokok dan menurunkan berat badan dengan diet sehat dan latihan fisik sesuai saran dokter. Oleh karena itu penderita PJK wajib rutin kontrol ke dokter ahli jantung.

Cukup jelas sekarang, GERD takkan pernah menyebabkan serangan jantung. Namun hal yang sangat penting ditanyakan adalah, apakah seseorang betul-betul hanya menderita GERD? Tidakkan yang bersangkutan juga mengidap PJK yang tak disadarinya? Apalagi dengan usia lebih tua disertai berbagai komorbid atau faktor risiko yang telah diuraikan di atas. Oleh karena itu, sangat penting pasien dengan keluhan nyeri uluhati atau dada, rasa terbakar pada dada yang menjalar sampai kerongkongan untuk check up memastikan tidak juga menderita PJK. Mengingat saat ini penyakit-penyakit metabolik seperti hipertensi, diabetes maupun kolesterol atau kebiasaan merokok cenderung muncul pada usia lebih muda, maka taka da salahnya pasien dengan usia lebuh muda pun baik untuk lebih cepat konsultasi ke dokter jika mengalami keluhan seperti itu. Ayo literasi diperkuat agar kita menjadi lebih sehat. 

 

  • Bagikan: