OLEH : dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, FINASIM
Penggunaan obat steroid sangat banyak dalam masyarakat. Dan yang begitu mengkhawatirkan adalah masyarakat sering bisa membeli golongan obat tersebut sendiri tanpa resep dan pengawasan dokter. Berbagai obat generik yang termasuk golongan obat steroid misalnya deksametason, metilprednisolon, prednisone, prednisolon dan hidrokortison. Biasanya kemasannya berbentuk pil kecil berwarna hijau atau biru. Meskipun berbeda nama generik, obat-obat tersebut memiliki efek farmakologi yang sama dan dikaitkan oleh suatu dosis ekuivalen. Manfaatnya utamanya dalam pengobatan adalah sebagai anti radang. Pada kasus radang akut seperti alergi kulit maupun saluran nafas yang sering dikombinasikan dengan obat-obat asma atau bronkitis. Untuk radang kronis atau menahun, sering digunakan untuk mengobati penyakit autoimun. Bahkan sering kali digunakan sebagai obat penyelamat nyawa pada kasus-kasus yang mengancam. Digunakan juga pada pengobatan beberapa kasus penyakit kanker.
Cukup jelas, obat golongan steroid sangat penting dan bermanfaat. Meski begitu, penggunaannya wajib tetap dengan resep dan pengawasan dokter. Adalah menjadi sebuah tantangan bersama dengan adanya fakta bahwa, obat ini masih bisa dibeli secara bebas. Apa risiko konsumsi obat steroid tanpa pengawasan? Sudah diketahui dengan pasti selain efek medis yang sangan baik, obat ini dapat juag menimbulkan efek samping yang sangat berbahaya. Penggunaan jangka panjang tanpa penurunan dosis secara bertahap akan menyebabkan osteoporosis atau kerapuhan tulang yang kemudian akan dapat dengan sangat mudah menimbulkan patah tulang. Tentu saja ini dapat memberikan implikasi klinis yang jauh lebih serius dan biaya pengobatan lebih besar disamping aspek psikologis. Bayangkan saja akibat patah tulang belakang misalnya, pasien akan hanya bias berbaring (bed ridden), mudah mengalami infeksi dan kematian yang lebih cepat.
Disamping efek samping osteoporosis, pengguanaan seteroid yang tak terkontrol juga dapat menyebabkan risiko penyakit diabetes atau kencing manis. Begitu juga dapat mengakibatkan gangguan kolesterol dan kenaikan berat badan. Efek samping lain yang tak kalah berbahanya antara lain penipisan dan kerusakan otot, penyakit mata katarak dan glaucoma serta penyakit tukak lambung. Dan jangan lupa, pemakaian steroid yang lama dapat menekan sistem imun tubuh dan mengakibatkan tubuh rentan terhadap infeksi yang sulit diobati. Pada anak-anak bahkan dapat mengganggu pertumbuhan badan. Terakhir, dengan minum obat steroid terlalu lama akan dapat menyebabkan menurunnya atau hilangnya produksi hormone steroid endogen oleh kelenjar adrenal. Ini pun suatu keadaan medis yang sangat berbahaya karena dapat menghancurkan sistem hemodinamik tubuh.
Maka oleh karena itu, pemakaian obat steroid harus betul-betul sesuai petunjuk dokter. Karena berdasarkan penyakit yang diobati, ada steroid yang digunakan untuk jangka pendek. Ada juga yang perlu jangka panjang dengan penurunan dosis secara bertahap. Bahkan ada yang diperluka dalam dosis sangat tinggi. Disamping itu, dalam skema pemakaian jangka panjang, terhadap pasien juga harus dievaluasi terhadap kemungkian efek samping yang terjadi seperti yang telah disebutkan diatas seperti risiko diabetes, kolesterol, gangguan katarak dan seterusnya. Dan yang bisa melakukan itu tentu saja seorang dokter.