Berita Terkini

Berita dan Artikel

  • Home
  • /
  • Berita
  • /
  • Waspada, Asam Urat Tak Hanya Menyerang Sendi
Waspada, Asam Urat Tak Hanya Menyerang Sendi
Persi Bali 30 June 2025 Kesehatan

Waspada, Asam Urat Tak Hanya Menyerang Sendi

Dr Putu Arya Nugraha SpPD FINASIM - PERSI Bali

Harus diakui, selama ini sebagian besar dari masyarakat kita memiliki keyakinan  penyakit asam urat hanya menyebabkan gangguan sendi. Bahkan, dalam hal ini persepsi masyarakat justru berlebihan. Maksudnya hampir setiap keluhan nyeri sendi dikaitkan penyebabnya akibat asam urat. Tentu saja anggapan itu keliru. Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, peradanagn sendi akut yang disebabkan oleh karena asam urat memeliki karakter darajat nyeri sedang sampai berat, kondisi sendi yang mengalami pembengkakan, berwarna merah serta hangat atau panas jika diraba. Dengan pengobatan yang baik, peradangan sendi tersebut cukup mudah diatasi. Namun jika penanganan penyakit asam urat tersebut belum komprehensif, kekumatan radang sendi akibat asam urat atau yang sering dikenal sebagai gout akan terus terjadi bahkan dapat menimbulkan kerusakan sendi permanen akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi tersebut. Pada fase tersebut, akan timbul benjolan-benjolan yang mengandung kristal asam urat terutama pada sendi dan dapat juga pada jaringan dan organ lain.

            Salah satu organ yang berisiko mengalami penyulit atau komplikasi akibat penyakit asam urat itu adalah gangguan ginjal, baik struktur maupun fungsinya. Kadar asam urat yang terus tinggi dalam darah akan berisiko lebih besar menimbulkan endapan kristal urat pada sendi, organ dan jaringan. Pada ginjal, kristal asam urat yang banyak akan dapat menimbulkan penyumbatan pada sistem penyaring dari unit fungsional ginjal yang dapat menyebabkan peradangan kronis, juga dapat membentuk batu asam urat pada ginjal. Pada tahap awal, ginjal masih dapat mempertahankan fungsinya, meskipun sudah terjadi peradangan maupun batu ginjal. Hal ini  dimungkinkan oleh karena kemampuan kompensasi oleh organ ginjal itu sendiri. Lama-kelamaan, kerusakan struktural yang dialami ginjal, secara kolektif pelan tapi pasti akan diikuti oleh gangguan fungsinya. Apabila tidak ditangani dengan sebaik-baiknya, maka pasien dapat jatuh ke dalam kondisi gagal ginjal permanen yang harus menjalani prosedur cuci darah atau hemodialisis secara regular seumur hidupnya.

            Diagnosis gagal ginjal dan prosedur cuci darah, apalagi seumur hidup, tentu merupakan momok dan mimpi buruk bagi setiap orang. Oleh karena itu, penanganan penyakit asam urat memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Artinya, hal buruk mengerikan seperti komplikasi gagal ginjal akibat asam urat tersebut sangat bisa untuk dicegah atau diminimalisir. Upaya komprehensif tersebuat selalu dimulai dengan hal-hal sederhana meliputi edukasi yang baik, diet yang sesuai, olah raga yang memadai serta pengobatan yang tepat. Edukasi tentu saja harus dimulai dengan pemahaman yang benar tentang penyakit asam urat. Menjauhkan pasien dari informasi yang keliru atau disinformasi mengenai asam urat yang berdampak sangat buruk, baik dalam hal pencegahan maupun pengobatannya. Masyarakat wajib memperkuat literasinya di era ledakan atau disrupsi media digital saat ini. Paling sederhana dan praktis adalah mendapatkan informasi ke dokter keluarga atau puskesmas sebagai faskes primer. 

            Diet yang dihindarkan pada gangguan asam urat alah alkohol, jeroan, kulit, mengurangi daging, camilan atau makanan olahan manis, juga membatasi konsumsi buah durian, kerupuk melinjo dan makanan kaleng. Penderita disarankan minum air lebih banyak sampai 2.5-3 liter untuk membuang asam urat darah melalui kencing. Olah raga teratur sangat disarankan untuk menjaga vitalitas tubuh sehingga fungsi organ dalam tetap optimal dan imunitas terjaga dengan baik. Lalu obat yang dimaksudkan untuk menurunkan dan menormalkan kadar asam urat wajib dikonsumsi rutin terus-menurus tidak boleh putus. Sebab dengan kadar asam urat normal, baik komplikasi ke sendi maupun ginjal dapat dicegah. Dan obat tersebut yaitu allopurinol kebetulan ditanggung oleh BPJS, sehingga sebetulnya tidak ada alasan bagi kita untuk lalai dalam berobat. 

  • Bagikan: