Berita Terkini

Berita dan Artikel

  • Home
  • /
  • Berita
  • /
  • Waspada Batu Empedu: Nyeri Perut yang Sering Diabaikan
Waspada Batu Empedu: Nyeri Perut yang Sering Diabaikan
Persi Bali 22 October 2025 Kesehatan

Waspada Batu Empedu: Nyeri Perut yang Sering Diabaikan

dr Made Indrayani- RSUD Buleleng

Batu empedu merupakan kondisi terbentuknya batu akibat pengendapan kolesterol, bilirubin, dan kalsium pada kantong empedu. Ukuran batu empedu dapat sangat bervariasi, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf. 

Batu empedu yang berukuran lebih besar dapat menyumbat saluran empedu, menimbulkan nyeri hebat di perut kanan atas, terutama setelah mengonsumsi makanan yang berlemak. Penyumbatan ini juga dapat mengganggu pengeluaran cairan empedu, yang penting untuk menccerna lemak dan pengeluaran pigmen bilirubin. Akibatnya, penderita dapat mengalami diare kronis dan tubuh menjadi kekuningan. Selain itu, bila penyumbatan berlangsung lama, dapat terjadi infeksi pada kantong empedu yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko dan gejala sejak dini agar bisa mendapat penanganan sebelum terjadi komplikasi serius.

Ada empat faktor risiko utama pembentukan batu empedu, yang dikenal dengan istilah “4F”, yakni fat (pola makan tinggi lemak, obesitas, diet ekstrim), female (perempuan), forty (usia di atas 40 tahun), dan fertile (sedang hamil atau pasca persalinan). Keempat faktor ini meningkatkan kemungkinan terjadinya pengendapan di kantong empedu, yang lama-kelamaan bisa membentuk batu.

Gejala batu empedu kadang sulit dikenali karena sering disangka sebagai gangguan lambung biasa. Gejala khas batu empedu mencakup nyeri hebat yang datang tiba-tiba di perut kanan atas, terutama setelah makan, yang dikenal sebagai kolik bilier. Nyeri ini dapat menjalar hingga ke punggung atau bahu kanan. Selain itu, penderita mungkin mengalami mual, muntah, perut terasa penuh atau kembung, demam, serta perubahan warna pada kulit dan mata menjadi kuning. Gejala-gejala ini perlu diwaspadai, karena bisa menandakan adanya sumbatan atau infeksi pada saluran empedu.

Penanganan batu empedu sangat bergantung pada ukuran batu dan tingkat keparahan gejala. Batu yang berukuran kecil mungkin hanya membutuhkan pemberian obat-obatan dan observasi, sedangkan batu yang berukuran besar dan menimbulkan komplikasi signifikan dapat membutuhkan penanganan berupa operasi pengangkatan kantung empedu, atau kolesistektomi. Operasi ini kini umumnya dapat dilakukan dengan metode laparoskopi yang minim sayatan dan membutuhkan waktu pemulihan yang relatif cepat. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa hidup normal tanpa kantong empedu, asalkan menerapkan pola makan yang sehat dan memperhatikan asupan lemak. 

Apabila Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko dan mulai merasakan gejala seperti nyeri perut kanan atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah komplikasi berat dan menjaga kualitas hidup Anda tetap baik. Ingat, kenali gejalanya, waspadai risikonya, tangani sebelum terlambat!

  • Bagikan: